Tampilkan postingan dengan label personality. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personality. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2009

Kotak Pandora Rahasia Gee (Brie!!!hmm hmm.. )

Brie sedang kalap. Pagi-pagi ngomel di YM dengan deretan pesan offline nya yang menggentarkan. Hei, ada apa knapa kamu, Brie???

Berikut bocoran tips (dari koleksi kliping @ kotak pandora rahasia Gee di pojokan lemari :)) buat yang sedang gencar musuhan, yang ingin menjalin relasi yang lebih menyenangkan, juga yang hobi baca komik, novel, film best seller etc ... all about conflict.. itulah premis/ benang merah semuanya itu dah..
---

Banyak dari konflik kita yang disebabkan oleh interpretasi dan reaksi berbasis pada kepribadian.

Jadi, pertanyaan pertama yang perlu diajukan dalam konflik adalah:
“Menurut Anda, apa yang sebenarnya terjadi?” atau “Dari sudut pandang Anda, apa masalahnya?”
bukan pertanyaan “Menurut Anda apa yang sebaiknya kita lakukan?”

Karena 4 gaya kepribadian berbeda, kita melihat tanggapan berbeda, yang dapat menimbulkan konflik. Kita perlu memahami kecenderungan ini.

Empat Gaya Kepribadian (Mitch Anthony): T E A M:

v T ogetherness /Kebersamaan
v E nterpriser
v A nalis
v M otivator


Kecenderungan dalam Konflik (T:E:A:M)


Tipe T ogetherness:

v Menghindari agresi antar pribadi
v Menjadi diam
v Menghentikan gerakan secara tiba-tiba (mungkin karena gejolak frustasi)
v Menjadi emosional dan/atau defensif
v Mengekspresikan frustasi dan perasaan kepada orang lain ketimbang pada pihak yang bersalah
v Berhenti bertengkar atau pura-pura setuju untuk menghindari kehilangan persetujuan

Maka, sebaiknya kita hadapi dengan:

v Menanyakan apa pendapat dan perasaan mereka dalam situasi tersebut
v Menunjukkan kepedulian dan hormat dengan ketrampilan mendengarkan yang baik
v Memberikan pedoman garis besar langkah-langkah yang perlu untuk menyelesaikan konflik


Tipe E nterpriser:

v Mengambil pendekatan langsung, agresif
v Dengan cepat menaikkan tingkat konfrontasi
v Menciptakan hasil menang/ kalah bila kurang kerja sama (bersikap bersaing)
v Berusaha untuk menjernihkan suasana hanya dalam sekali pertemuan (menginginkanpenyelesaian cepat)
v Menyelesaikan masalah dengan lebih menekankan pada penutupan, ketimbang pada perasaan
v Mendengarkan input kreatif untuk menyelesaikan masalah

Maka, sebaiknya kita hadapi dengan:

v Hindari perdebatan. Dengarkan keluhan dan ide mereka untuk menyelesaikan masalah
v Tanyakan cara terbaik untuk menyelesaikan konflik
v Akui segera kalau ada kesalahan yang kita lakukan (jangan coba untuk mencari alasan)
v Bersiap untuk menempatkan situasi di belakang dan bergerak ke depan


Tipe A nalis:


v Meningkatkan penolakan dan beralih ke tingkah laku pasif atau agresif
v Mengalahkan orang lain dengan fakta dan logika
v Bersikap defensif
v Menahan informasi
v Menanggapi dengan pertanyaan “bagaimana kalau…?” dan pernyataan “buktikan itu!” (Menginginkan penyelesaian menyeluruh)
v Menilai musuh mereka dan situasi dalam istilah hitam-dan-putih (kritis)

Maka, sebaiknya kita hadapi dengan:

v Menghindari memaksa atau mendorong proses penyelesaian (gunakan pendekatan yang sabar dan bergerak dengan perlahan dan secara hati-hati)
v Menghindari debat dan menyalahkan
v Membuat catatan dan meminta kritik mereka mengenai masalah dan input mereka untuk mencegah konflik di masa depan


Tipe M otivator:

v Menghindari keadaan ketika mereka merasakan hal yang negatif
v Mencoba untuk menolak atau mempermulus situasi (menerapkan penyelesaian di permukaan)
v Menjadi emosional dan menyerang – menganggap kritik atau konflik sebagai ditujukan kepada pribadinya
v Mencari kendali atau membalas dendam dengan membujuk orang lain untuk menyebrang ke sisi mereka
v Secara terbuka bergurau mengenai atau mengecilkan konflik (tetapi kecewa di dalam hati)
v Menghujani lawan mereka dengan monolog

Maka, sebaiknya kita hadapi dengan:

v Mendekati dengan cara bersahabat dan positif
v Gunakan humor yang mentertawakan diri sendiri untuk mengendurkan ketegangan
v Gunakan kerangka pendekatan “kita” dalam konflik, bukannya “aku” atau “kamu”
v Mintalah mereka mengutarakan pikiran dan ide untuk menyelesaikan masalah dan dengarkan tanpa menginterupsi

------

Well, well, well, kalau Brie dan diriku ini termasuk tipe pribadi apa sih??? gak jelas amat yak... splitting.. twisted.. enigma.. anomaly... haha

Ps. How about U? Semoga bermanfaat aja eniwei.. Have a nice day, everyone... peace!

Senin, 09 Februari 2009

Unity in Diversity ;)

One day Brie and I got in such a big "war". Twinsisters's stuff, U know ;). Miz her so much anyway but i try not to care for some couple days... just wanna hate her, anything, anyhow...
Then i found nice "bloody" quote in Brie's book (incidentally pop up from my bookshelf)...
It was in the whee small hours of the morning when i push my self to call her... apology.. and guess what, everything s just fine!


Jika keinginanku tidak sama dengan keinginanmu, jangan katakan bahwa keinginanku itu salah.
Atau jika aku meyakini hal yang berbeda denganmu, setidak-tidaknya pikirkanlah sebentar sebelum mengoreksi pandanganku.
Atau jika perasaanku tidak sepeka perasaanmu, atau justru lebih peka, janganlah memintaku supaya lebih peka atau supaya tidak terlalu berperasaan.
Atau jika aku bertindak, atau gagal melakukan sesuatu menurut cara pandangmu, biarkanlah aku.

Aku tidak, paling tidak untuk sesaat, meminta engkau memahamiku. Pengertian itu akan datang hanya jika engkau rela untuk tidak mengubahku menjadi tiruan dirimu.
Mungkin aku pasangan hidupmu, orangtuamu, anakmu, sahabatmu, atau rekan kerjamu. Biarkan aku dengan keinginan, perasaan, keyakinan, atau tindakanku sendiri. Suatu kali bila engkau membuka diri, kau akan melihat bahwa cara-caraku tidak terlalu salah. Bahkan mungkin pada akhirnya kau akan menganggapnya benar, seperti anggapanku selama ini.

Langkah pertama untuk membantuku adalah memahamiku. Bukan berarti bahwa kau harus mengakui bahwa cara-caraku benar, tetapi bahwa engkau tidak lagi terganggu atau kecewa karena cara-caraku sepertinya selalu menentangmu.
Dalam memahamiku mungkin engkau akan menghargai perbedaan kita, melebihi keinginan untuk mengubahku. Sebaliknya, kau akan rela membiarkanku apa adanya, bahkan memelihara perbedaan-perbedaan itu.

(H. Norman Wright, Gary J.Oliver--:)