Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

THANK GOD ; I HAVE NO RELIGION


Pernah Aku membaca ini, dari sebuah lembaran entah dimana. Bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk bersatu dan beranak pinak untuk menciptakan keturunan.

Tapi yang terjadi belakangan ini tujuan Tuhan yang satu itu sulit terwujud dan penyebabnya adalah agama. Seberapa besar sebuah agama itu?agama itu bukan ciptaan Tuhan, seingatku dilembaran yang aku baca itu Tuhan menciptakan bumi, laut, gelap,terang,tumbuhan,hewan,dan manusia. Tidak ada disebutkan kalau Tuhan menciptakan agama. Tapi yang banyak terjadi agama mengahalangi manusia untuk memenuhi tujuan penciptanya.

Banyak hati yang patah karena tidak bisa bersatu hanya karena agama mereka berbeda padahal Tuhan yang mereka junjung adalah satu.
Banyak hati yang kecewa karena permohonan kerja mereka ditolak hanya karena mereka dari suatu agama tertentu.
Banyak yang babak belur diluar sana juga karena agama.

Semua mengatas namakan agama..bagiku semua omong kosong.

“ Ibu sama bapak nggak mau kamu nikah sama dia karena agama kita beda” tolong buat kalimat itu lebih masuk akal dengan mengatakan “ Ibu dan bapak nggak mau kamu nikah sama dia karena TUHAN KITA BEDA ‘ bisakah ????

“hancurkan golongan x cekal golongan z, dia menghina agama!!!” harusnya biarkan Tuhan yang menghakimi. Apa dengan merusak, menyakiti orang orang lain, itu tidak menghina agama?yang jelas menghina diri sendiri sih. Dan mereka bilang itu mereka lakukan atas nama agama dan Tuhan. Bagiku…itu atas nama EGO.

Agama, entah…aku msh perlu banyak belajar tentangnya…kalau sempat hehehe.
Tuhan, aku mengenalNya dengan baik dan Dia juga mengenalku dengan amat baik. Aku mancintaiNya dan Dia jauh lebih mencintaiku. *wink*



Scream my name louder
BRIE!

Selasa, 28 Oktober 2008

Broken Heart is always SUCK!!




Malam ini aku marah entah kepada siapa, malam ini aku sedih entah karena apa. Malam ini memihakku, karena hujan turun seperti air bah yang tertumpah dari mulut langit, sehingga tidak ada mahluk di semesta raya ini yang bisa melihat wajahku basah karena air mata, semua mahluk itu hanya akan tau bahwa aku basah karena hujan.Entah sejak kapan aku tidak pernah suka jika ada yang melihatku menangis, aku ingin dunia tau bahwa aku bukanlah perempuan cengeng.


Samar, aku dapat melihatnya. Gedung itu berdiri dengan megah dan sedikit sombong. Ialah gedung yang seumur hidupku menjadi tempat untuk mengadu, bersembunyi atau sekedar bercerita dan kemudian duduk diam berjam-jam, mencoba membaca dan mereka masa depan.


Dengan sopan aku melangkah masuk. Dalam keadaan apapun, aku harus tetap waras dan sadar bahwa temapat agung ini haruslah dihormati. Kita tidak boleh bertingkah kurang ajar di tempat seagung ini. Kusesali air yang terus menetes dari bajuku karena membuat setiap lantai yang aku pijak menjadi basah. Maafkan aku, batinku karena telah membuat tempat suci ini menjadi basah dan kotor.


Lalu aku bersimpuh.


Kali ini aku tidak ingin mengadu, aku tidak ingin bercerita, aku hanya ingin berjanji bahwa bait demi bait doa itu tak kan pernah lagi aku lafaskan, bahwa lembar demi lembar kertas berisi tulisan nan suci itu tak kan pernah lagi aku baca dan bahwa, tempat agung ini tak kan aku sambangi lagi.


Di sini, di depan mimbar suci ini, ku tanggalkan agamaku.


Biarlah seisi dunia menghujatku, aku tidak akan perduli. Bagiku, agama bukan Tuhan. Ya. Aku tanggalkan agamaku tapi tidak Tuhanku.


Lima jam yang lalu aku berhenti memahami arti agama, lima jam yang lalu aku membenci kata berejakan a-ga-ma karena lima jam yang lalu aku patah hati, karena lima jam yang lalu kekasihku datang kepadaku dalam derai hujan hanya untuk berkata bahwa dia mencintaiku (seperti aku mencintainya) dan bahwa dia harus pergi meninggalkanku karena agama.


Namaku Brie,

Agamaku cinta,

Kekasihku Tuhan.


Tengah Malam,

Di antara seribu hujan,

...mengenang mantan kekasih yang selalu mencintai..


Hanya sekelumit ungkapan protes dari sudut imajinasi yang tengah muak dengan perbedaan yang lancang mengatasnamakan Tuhan.